a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Gelontorkan Rp 55 Miliar untuk Pengembangan Kawasan Bawang Putih

Kementan Gelontorkan Rp 55 Miliar untuk Pengembangan Kawasan Bawang Putih

22 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memberi dukungan dana senilai Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, guna memperkuat upaya mengembalikan swasembada.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan dukungan terhadap pengembangan bawang putih akan terus diperkuat, termasuk untuk memastikan kebutuhan benih guna mendukung peningkatan produksi dalam negeri.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor,” kata Mentan Amran usai menghadiri penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026).

Dukungan Kementan di Lombok Timur meliputi pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare senilai Rp52,64 miliar. Selain itu, Kementan memberikan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air. Total dukungan mencapai Rp55,65 miliar.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan produksi bawang putih nasional di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor.

Dalam kegiatan tersebut disebutkan produksi bawang putih dalam negeri saat ini berada di kisaran 39 ribu-40 ribu ton, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Ketergantungan impor masih berada di kisaran 90-95 persen.

Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari kegiatan ketahanan pangan Polri dan mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kerja Mentan Amran dan jajaran Kementan dalam mendorong swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.

Kapolri mengatakan capaian swasembada pada sejumlah komoditas menjadi kebanggaan bersama. Namun, bawang putih masih menjadi tantangan karena produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional.

Kapolri Sigit menyebut Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih dan berharap kondisi tersebut dapat kembali diwujudkan. “Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto juga mengapresiasi kerja keras Mentan Amran dan jajaran Kementan dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Capaian tersebut perlu dilanjutkan dengan komoditas lain, termasuk bawang putih, kedelai, dan gula.

“Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya,” ujar Titiek.

Titiek mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995. Saat itu, produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” ujar Titiek.

Titiek menekankan bahwa penanaman bawang putih harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, dengan tetap memastikan petani memperoleh pendapatan yang layak. (sat)

Tags: Bawang Putih

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Koperasi Produsen Syariah Bidik Ekspor Komoditas Gambir ke India-Pakistan

Koperasi Produsen Syariah Bidik Ekspor Komoditas Gambir ke India-Pakistan

24 Juni 2026
Program Biodiesel Berbasis Sawit Berkontribusi bagi Ketahanan Energi Nasional

Program Biodiesel Berbasis Sawit Berkontribusi bagi Ketahanan Energi Nasional

5 Februari 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.