PERKEBUNAN INDONESIA – IPB University menjalin kerja sama dengan Bridgestone Corporation untuk memperkuat riset dan pengembangan tanaman karet berkelanjutan melalui pemanfaatan mikrobiom.
Kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan kemampuan adaptasi tanaman karet sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, mengungkapkan, kerja sama ini juga melibatkan Nagoya University sebagai mitra strategis dalam kolaborasi trilateral.
“IPB, Bridgestone, dan Nagoya University membentuk kemitraan yang menjembatani dunia industri, akademisi, dan kerja sama internasional. Inilah ekosistem yang mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata, tidak hanya di laboratorium, tetapi juga di lapangan,” jelas Rektor IPB University dikutip Selasa (7/7/2026).
Menurut Alim, industri karet alam saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengendalian penyakit tanaman hingga peningkatan produktivitas dan keberlanjutan.
Lebih lanjut Alim mengatakan, Bridgestone memiliki pengalaman dan sumber daya yang kuat di industri ban dan karet, sementara IPB University berkontribusi melalui kapasitas ilmiah di bidang pertanian, biosains tropika, dan kesehatan tanaman.
Nagoya University melengkapi kolaborasi tersebut melalui keunggulannya di bidang /bio-agricultural sciences/.
Rektor berharap kemitraan ini mampu mendorong penelitian kolaboratif mengenai kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan tanaman karet, membuka peluang magang mahasiswa dan pertukaran pengetahuan, memperkuat pengembangan inovasi, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono, menjelaskan, fokus utama penelitian adalah pengembangan mikrobiom tanaman karet, yakni komunitas mikroorganisme yang hidup di sekitar perakaran tanaman.
Menurut Prof Suryo, pemanfaatan mikrobiom berpotensi meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, dan kemampuan adaptasi tanaman karet sehingga dapat mendukung pengembangan perkebunan yang lebih berkelanjutan.
“Kerja sama ini berfokus pada penelitian mikrobiom tanaman karet. Ke depan, komunitas mikroba tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan adaptasi tanaman karet,” jelas Suryo.
Suryo menambahkan, hasil riset ini ditargetkan dapat diterapkan padaareal perkebunan karet seluas sekitar 50 ribu hektare di Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan.
Kerja sama ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dan Executive Director Bridgestone Corporation, Dr Masashi Otsuki, di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Dramaga (6/6/2026).
“Penandatanganan hari ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan yang berawal dari inisiatif penelitian kolaboratif antara Prof Suryo Wiyono dari IPB University dengan Bridgestone mengenai penyakit tanaman karet,” ujar Rektor. (gar)




