PERKEBUNAN INDONESIA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) perkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja harian di perkebunan kelapa sawit dengan menyelenggarakan Workshop bertema Padu Perkasa: Upaya Perbaikan Kesejahteraan Pekerja Harian di Industri Perkebunan Kelapa Sawit di Hotel Mercure Bengkulu, Kamis (7/5).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu yang diwakili Kepala Bidang Hubungan Industrial, Ali Sadikin mengungkapkan, pelaksanaan workshop dinilai menjadi ruang dialog positif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja dalam memperkuat implementasi ketenagakerjaan yang berkelanjutan di sektor sawit.
Ali Sadikin juga mendorong perusahaan perkebunan sawit di Bengkulu untuk bergabung menjadi anggota GAPKI agar koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah dapat berjalan lebih baik dan efektif, khususnya dalam penyelesaian berbagai isu ketenagakerjaan dan pengembangan industri sawit berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris GAPKI Cabang Bengkulu Hasan Slamet mengatakan, workshop ini menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman bersama terkait penggunaan Perjanjian Kerja Harian sesuai regulasi dan prinsip kerja layak.
Menurut Hasan, keberhasilan implementasi panduan membutuhkan kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan, pekerja, pemerintah, maupun organisasi pendukung
Direktur Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Yuli Adiratna, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan guna memastikan perlindungan hak pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja dengan sistem Perjanjian Kerja Harian (PKH) di sektor perkebunan kelapa sawit melalui sosialisasi Padu Perkasa atau Panduan Umum Perjanjian Kerja Harian Sawit Berkelanjutan.
Selain itu, materi mengenai Padu Perkasa disampaikan oleh Earthworm Foundation, disertai diskusi perspektif serikat pekerja dan perusahaan terkait tantangan implementasi PKH di lapangan.
Panduan Padu Perkasa sendiri merupakan hasil kolaborasi antara GAPKI, Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI), Earthworm Foundation, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai panduan praktis dalam memperbaiki kondisi kerja pekerja harian di sektor sawit.
Melalui workshop ini diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja dalam mendorong praktik ketenagakerjaan yang lebih baik dan berkelanjutan di industri kelapa sawit Indonesia. (yer)




