Perkebunanindonesia.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus pantau program stabilisasi harga pangan seperti panyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Turunnya harga beras menjadi sinyal positif.
“Hingga 1 September 2025, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 303,18 ribu ton atau 20,21 persen,” ungkap Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Bapanas, Nita Yulianis, dikutip Rabu (3/9/2025).
Sementara itu, lanjut Nita, penyaluran bantuan pangan beras periode Juni–Juli 2025 tercatat sebesar 360,47 ribu ton atau setara 98,61 persen.
“Kami juga memperluas jangkauan GPM yang hingga kini sudah digelar 7.540 kali di 461 kabupaten/kota dan 36 provinsi. Langkah ini terbukti membantu masyarakat mengakses pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Nita.
Nita memaparkan 13 aksi strategis Bapanas dalam menjaga ketahanan pangan nasional, mencakup serapan gabah setara 2,93 juta ton beras, penyelenggaraan 7.540 kali GPM di 461 kabupaten/kota dan 36 provinsi.
kemudian, pembangunan 1.467 kios pangan di 33 provinsi, hingga pengoperasian 42 sarana rantai dingin serta 17 mobil laboratorium keliling untuk pengawasan keamanan pangan.
Selain itu, kata Nita, pihaknya juga mendorong penguatan konsumsi pangan Beragam, Bergizi seimbang, dan Aman (B2SA) melalui program edukasi di sekolah, rumah pangan B2SA di desa, serta pengembangan usaha pengolahan pangan lokal.
Menurut Nita, upaya ini turut diperkuat dengan gerakan Stop Boros Pangan untuk menekan food loss and waste hingga 17 persen.
Semua langkah ini, tambah Nita, menjadi bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi kerentanan pangan.
“Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta dunia usaha agar ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan bagi seluruh masyarakat dapat terjaga,” ungkap Nita.
Baca juga : Mentan Amran Optimistis Penurunan Harga Beras Berlanjut
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, ada peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras disampaikan dalam Rakortas tersebut.
“Jumlah daerah yang harga berasnya turun meningkat dari 51 menjadi 58 kabupaten/kota. Ini artinya Gerakan Pangan Murah yang kita lakukan bersama berjalan efektif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Mendagri Tito.
Meski begitu, kata Tito, masih ada 214 kabupaten/kota yang harga berasnya berada di atas harga acuan pemerintah.
“Minggu ini kami akan fokus ke daerah-daerah tersebut dengan langkah bersama yang melibatkan Badan Pangan Nasional, Bulog, dan Kementerian Pertanian,” pungkas Mendagri. (sat)




