a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pemerintah Diminta Segera Lepas Cadangan Beras Karena Langka

Pemerintah Diminta Segera Lepas Cadangan Beras Karena Langka

10 Agustus 2025
2
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Ombudsman RI mendorong pemerintah segera melepaskan cadangan beras untuk mengisi pasar dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Beras di gudang Bulog harus segera keluar mengingat masyarakat membutuhkan ketersediaan beras,” tegas Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, dikutip Sabtu (9/8/2025).

Menurut Yeka, sebagian beras di gudang sudah berumur lebih dari satu tahun, beras yang paling lama Februari 2024, sehingga berpotensi menurun kualitasnya.

Ombudsman RI menekankan bahwa ketersediaan pangan, khususnya beras, harus menjadi prioritas utama pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan di tengah polemik perberasan yang terjadi belakangan ini.

Ombudsman RI menyarankan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempertimbangkan penyesuaian aturan terkait mutu dan label beras. Sehingga tidak berpotensi menghambat distribusi.

“Penyesuaian ini penting agar pasokan beras di pasar tetap terjaga. Kedepan, perlu ada kebijakan standar mutu beras yang memberikan insentif peningkatan kualitas produksi beras,” jelas Yeka.

Hasil pemantauan Ombudsman RI menunjukkan sejumlah persoalan di rantai tata niaga beras.

Di tingkat petani, produktivitas padi saat ini di wilayah amatan mencapai rata-rata 5,5 ton per hektare, meningkat dibanding dua hingga tiga musim sebelumnya yang kerap mengalami gagal panen.

“Namun, sangat disayangkan varietas padi yang digunakan oleh Petani masih banyak yang ditemukan tidak tersertifikasi,” ungkap Yeka.

Selain itu, lanjut Yeka, harga gabah saat ini sudah mencapai di kisaran Rp7.500-Rp8.400 per kilogram. Hal ini tentu akan mendorong kenaikan harga beras juga, sehingga HET beras akan sulit patuhi.

Di tingkat penggilingan padi, persaingan untuk mendapatkan gabah semakin ketat, bahkan memicu banyak penggilingan padi kecil tidak beroperasi, bahkan sudah ada yang tutup.

“Gudang penggilingan padi banyak yang kosong tidak memiliki stok gabah maupun beras, akibat kekhawatiran para pelaku usaha terhadap kebijakan tata niaga perberasan saat ini,” ujar Yeka.

 Sementara itu, harga beras di pasar naik berkisar Rp2.000-Rp3.000 kenaikannya per kilogram. Bahkan mayoritas beras dijual dalam bentuk curah tanpa label mutu.

Berdasarkan pantauan beras kemasan 5 kilogram di minimarket di Jakarta sudah tidak tersedia sejak seminggu lebih.

“Sudah lebih seminggu beras kemasan tidak ada lagj kiriman. Banyak pelanggan yang cari,” ujar Rina, karyawan minimarket di Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Hal serupa juga terjadi di minimarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur. “Banyak pelanggan yang tanyakan beras, tapi sudah seminggu lebih nggak ada pasokan,” kata Syahroni, staf penjual.

Indarto, warga Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, juga mengeluhkan susahnya cari beras kemasan 5 kg di minimarket.

“Biasanya banyak, tapi sudah seminggu saya cari ke minimarket mana pun kosong,” ungkap Indarto.

Indarto pun terpaksa membeli beraa si warung Madura yang masih tersedia. “Tapi kualitas berasnya tidak bagus. Banyak kutunya,” tandasnya. (yr)

Baca juga : Operasi Pasar Beras SPHP akan Dimasifkan

Tags: BapanasBerasBulogOmbudsman

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Comments 2

  1. Emma3457 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/ZsLKW

    Reply
  2. Colette117 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/KF4jN

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PT Musim Mas Jadi Tersangka Atas Dugaan Perusakan Kawasan Hutan Riau

PT Musim Mas Jadi Tersangka Atas Dugaan Perusakan Kawasan Hutan Riau

21 Mei 2026
Ekspor Kopi Arabika Bajawa ke Thailand Tembus Rp1,56 Miliar

Kemendag Terus Perkuat Daya Saing Kopi Indonesia di Pasar Internasional

17 Juli 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.